Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kesehatan

Dokter Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Sendi dengan Aman

13
×

Dokter Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Sendi dengan Aman

Share this article

Aktivitas fisik, berat badan yang terkontrol, dan pemeriksaan tepat dinilai lebih penting daripada mengandalkan produk dengan klaim hasil instan.

Example 468x60

MetroSurabaya mencatat cara menjaga kesehatan sendi kembali menjadi perhatian setelah dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada produk yang menjanjikan nyeri hilang atau kondisi sendi membaik secara instan. Pada 7 Oktober 2026, dokter menekankan bahwa olahraga terukur, pengendalian berat badan, pola makan, serta pemeriksaan ketika keluhan menetap menjadi langkah yang lebih masuk akal untuk mempertahankan fungsi sendi.

Pesan tersebut relevan karena keluhan sendi dapat muncul pada berbagai kelompok usia, bukan hanya lansia.

Example 300x600

Kebiasaan duduk terlalu lama, berat badan berlebih, cedera olahraga, teknik latihan yang salah, serta aktivitas berulang dapat ikut memengaruhi kesehatan sistem muskuloskeletal.

Produk suplemen atau obat tertentu mungkin mempunyai fungsi pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya tidak seharusnya menggantikan pemeriksaan dan perubahan gaya hidup.

Cara Menjaga Kesehatan Sendi Dimulai dari Aktivitas

Sendi membutuhkan gerakan agar fungsi dan rentang geraknya tetap terjaga.

Aktivitas fisik membantu memperkuat otot di sekitar sendi sehingga beban tidak seluruhnya diterima oleh struktur sendi.

Menurut Kementerian Kesehatan, latihan aerobik seperti berjalan, berenang, bersepeda, dan menari dapat membantu kesehatan sendi.

Latihan kekuatan juga penting.

Otot yang kuat berfungsi sebagai penyangga dan membantu menjaga stabilitas.

Namun, peningkatan intensitas perlu dilakukan secara bertahap.

Memaksa tubuh menjalani latihan berat tanpa persiapan justru meningkatkan risiko cedera.

Berat Badan Mempengaruhi Beban Sendi

Sendi lutut dan pinggul menerima beban tubuh setiap kali seseorang berdiri atau berjalan.

Semakin besar beban yang harus ditopang, semakin tinggi tekanan mekanis pada bagian tersebut.

Karena itu, menjaga berat badan dalam rentang sehat menjadi salah satu strategi penting.

Tujuannya bukan mengejar ukuran tubuh tertentu, tetapi mengurangi tekanan berlebih pada struktur penopang.

Penurunan berat badan pada orang yang memang mengalami kelebihan berat dapat membantu mengurangi beban lutut.

Namun, perubahan berat badan sebaiknya dilakukan melalui pendekatan sehat dan berkelanjutan.

Diet ekstrem tidak direkomendasikan karena dapat mengurangi asupan protein dan zat gizi yang justru dibutuhkan otot dan tulang.

Jangan Abaikan Pemanasan

Sebagian cedera sendi terjadi ketika tubuh menjalani gerakan intens secara mendadak.

Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan jaringan sebelum aktivitas utama.

Gerakan ringan dapat dilakukan beberapa menit sebelum olahraga.

Setelah selesai, pendinginan membantu tubuh kembali secara bertahap.

Teknik latihan juga penting.

Squat atau angkat beban, misalnya, dapat bermanfaat apabila dilakukan dengan postur tepat.

Sebaliknya, pola gerakan yang keliru dapat menambah tekanan pada lutut, punggung, atau bahu.

Bagi pemula, mempelajari teknik dari tenaga kompeten lebih baik daripada langsung menggunakan beban berat.

Nutrisi Tetap Memiliki Peran

Kesehatan sendi berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Asupan protein membantu mempertahankan massa otot.

Kalsium dan vitamin D penting untuk kesehatan tulang, sementara pola makan seimbang membantu menjaga berat badan.

Kementerian Kesehatan juga menyarankan konsumsi makanan bergizi serta aktivitas fisik sebagai bagian dari pencegahan gangguan sendi.

Tidak ada satu jenis makanan yang secara ajaib dapat mengembalikan sendi menjadi seperti baru.

Karena itu, klaim produk yang menjanjikan hasil cepat perlu dinilai secara kritis.

Masyarakat juga sebaiknya memeriksa izin edar dan tidak mengonsumsi produk dengan komposisi yang tidak jelas.

Nyeri Tidak Selalu Berarti Harus Berhenti Bergerak

Ketika sendi terasa nyeri, sebagian orang memilih berhenti melakukan seluruh aktivitas.

Pendekatan tersebut tidak selalu tepat.

Pada beberapa kondisi seperti osteoarthritis, latihan yang disesuaikan justru dapat membantu mempertahankan fungsi.

Namun, jenis latihan harus mempertimbangkan kondisi masing-masing orang.

Nyeri akibat cedera akut tentu berbeda dengan kekakuan akibat kurang bergerak.

Pembengkakan, kemerahan, deformitas, kesulitan menopang berat badan, atau nyeri berat membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Apabila gejala muncul setelah cedera, pemeriksaan medis membantu menentukan apakah terdapat gangguan pada tulang, ligamen, atau jaringan lainnya.

Produk Instan Bukan Jalan Utama

Beragam produk untuk sendi mudah ditemukan di internet.

Iklan sering menggunakan klaim seperti mengembalikan tulang rawan atau menghilangkan nyeri dengan sangat cepat.

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap janji yang terlalu sederhana.

Kondisi sendi memiliki penyebab yang beragam.

Nyeri bisa berasal dari cedera, radang, osteoarthritis, masalah otot, atau gangguan lain.

Satu produk tidak dapat dianggap sebagai jawaban untuk seluruh kondisi tersebut.

Dokter dapat membantu menentukan penyebab berdasarkan pemeriksaan dan, bila dibutuhkan, pemeriksaan tambahan.

Aktivitas Harian Juga Perlu Diperhatikan

Menjaga kesehatan sendi tidak hanya dilakukan ketika berolahraga.

Cara duduk, posisi kerja, kebiasaan membawa beban, hingga lamanya seseorang tidak bergerak juga berpengaruh.

Pekerja yang duduk lama dapat mencoba berdiri dan bergerak secara berkala.

Sementara orang yang pekerjaannya melibatkan pengangkatan barang perlu memperhatikan teknik tubuh.

Gerakan kecil tetapi konsisten sering lebih mudah dipertahankan dibanding program olahraga yang terlalu berat.

Kementerian Kesehatan menganjurkan orang dewasa tetap aktif dan mengurangi waktu sedentari.

Aktivitas penguatan otot juga direkomendasikan secara rutin.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Nyeri ringan setelah aktivitas dapat membaik dengan istirahat.

Namun, keluhan yang terus terjadi sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan perlu dipertimbangkan apabila nyeri membatasi aktivitas, disertai bengkak, muncul berulang, atau terjadi setelah trauma.

Masyarakat juga perlu berkonsultasi apabila menggunakan obat nyeri dalam waktu panjang.

Penggunaan obat tanpa pengawasan dapat menutupi gejala tanpa menyelesaikan penyebab.

Kebiasaan Jangka Panjang Lebih Penting

Cara menjaga kesehatan sendi pada akhirnya tidak bertumpu pada satu produk.

Aktivitas rutin, berat badan yang sesuai, teknik olahraga, nutrisi, dan respons cepat terhadap cedera merupakan kombinasi yang lebih masuk akal.

Perubahan tersebut memang tidak menawarkan hasil instan.

Namun, kesehatan sendi merupakan investasi jangka panjang.

Kebiasaan yang dibangun sejak muda dapat membantu mempertahankan mobilitas ketika usia bertambah.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *