Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Otomotif

Honda Siapkan Uji Mobil Listrik Isi Daya Saat Berjalan

9
×

Honda Siapkan Uji Mobil Listrik Isi Daya Saat Berjalan

Share this article

Teknologi wireless charging dirancang menyalurkan energi dari jalan ke kendaraan tanpa kabel, termasuk untuk truk listrik.

Example 468x60

Metro Surabaya mencatat wireless charging mobil listrik Honda memasuki tahap baru setelah perusahaan mengembangkan teknologi yang memungkinkan kendaraan menerima daya tanpa kabel ketika sedang bergerak. Honda bersama Taisei Corporation dan Taisei Rotec berencana menguji sistem tersebut di jalan umum Jepang mulai tahun fiskal 2027.

Teknologi ini dirancang untuk menjawab salah satu tantangan terbesar kendaraan listrik, yaitu kebutuhan berhenti untuk mengisi baterai.

Example 300x600

Jika sistem bekerja secara komersial, kendaraan dapat menerima tambahan energi saat melaju di ruas jalan tertentu.

Konsep tersebut sangat menarik untuk kendaraan niaga yang beroperasi dalam waktu panjang.

Wireless Charging Mobil Listrik Honda Menggunakan Jalan Khusus

Sistem yang dikembangkan Honda menggunakan prinsip magnetic coupling.

Energi ditransfer dari perangkat yang tertanam pada permukaan atau bagian bawah jalan menuju penerima pada kendaraan.

Tidak ada kabel yang perlu dipasang secara manual.

Ketika kendaraan melewati area tersebut, sistem mengirim daya secara nirkabel.

Menurut Honda Global, pengembangan ini merupakan bagian dari visi mobilitas generasi berikutnya.

Honda menyebut teknologi dapat digunakan untuk kendaraan listrik biasa hingga kendaraan komersial berukuran besar.

Truk menjadi salah satu target penting karena kebutuhan energinya lebih tinggi dibanding mobil penumpang.

Mengapa Truk Menjadi Sasaran Utama?

Truk listrik membutuhkan baterai berkapasitas besar.

Semakin besar baterai, semakin tinggi pula bobot kendaraan.

Bobot tambahan dapat mengurangi kapasitas muatan.

Waktu pengisian juga menjadi persoalan.

Perusahaan logistik mengandalkan kendaraan untuk beroperasi sebanyak mungkin.

Setiap jam berhenti dapat memengaruhi produktivitas.

Wireless charging saat berjalan menawarkan pendekatan berbeda.

Truk tidak harus selalu membawa baterai yang sangat besar apabila tersedia ruas pengisian di jalur operasional.

Energi dapat ditambah ketika kendaraan bergerak.

Namun, manfaat tersebut bergantung pada luasnya infrastruktur yang dibangun.

Sistem Masih dalam Tahap Pengujian

Teknologi tersebut belum siap digunakan masyarakat secara umum.

Honda masih mengembangkan dasar teknis.

Uji jalan diperlukan untuk melihat bagaimana sistem bekerja dalam kondisi nyata.

Kecepatan kendaraan menjadi salah satu faktor.

Sistem harus mampu mentransfer energi ketika mobil atau truk melintas tanpa berhenti.

Posisi kendaraan terhadap perangkat di jalan juga dapat memengaruhi efisiensi.

Hujan, suhu, debu, dan kondisi permukaan menjadi variabel lain.

Karena itu, pengujian di laboratorium saja belum cukup.

Menurut Reuters, Honda menyiapkan uji pada jalan umum sebagai langkah menuju penerapan teknologi.

Jalan Harus Ikut Menjadi Infrastruktur Energi

Konsep ini mengubah fungsi jalan.

Selama ini jalan hanya menjadi permukaan kendaraan bergerak.

Dalam sistem charging dinamis, jalan juga menjadi bagian jaringan energi.

Pembangunannya tentu membutuhkan biaya.

Perangkat transfer listrik harus ditanam pada jalur tertentu.

Jaringan listrik juga perlu mampu menyediakan daya dalam jumlah besar.

Selain itu, teknologi harus tahan terhadap beban kendaraan berat.

Perawatan jalan pun menjadi lebih kompleks.

Pemerintah dan operator jalan kemudian memiliki peran besar apabila sistem ingin digunakan secara luas.

Tidak Semua Jalan Perlu Dipasang

Penerapan paling realistis kemungkinan tidak langsung mencakup seluruh jalan.

Sistem dapat dipasang pada koridor dengan penggunaan tinggi.

Contohnya jalur logistik, jalan tol, pelabuhan, atau area industri.

Kendaraan dapat mengisi daya selama berada di bagian tertentu.

Setelah itu, baterai menyediakan energi untuk ruas lain.

Pendekatan tersebut mengurangi kebutuhan membangun sistem di setiap kilometer jalan.

Konsep ini mirip jaringan pengisian cepat yang ditempatkan pada lokasi strategis.

Bedanya, kendaraan tidak perlu berhenti.

Efisiensi Transfer Menjadi Tantangan

Transfer energi tanpa kabel biasanya mengalami kehilangan daya.

Sebagian energi berubah menjadi panas.

Jarak antara pemancar dan penerima juga memengaruhi efisiensi.

Untuk kendaraan bergerak, tantangannya lebih besar.

Sistem harus bekerja dalam waktu sangat singkat ketika kendaraan melintas.

Karena itu, pengembang harus menemukan keseimbangan antara daya tinggi, keamanan, dan efisiensi.

Jika kehilangan energi terlalu besar, biaya operasional dapat meningkat.

Teknologi juga harus memastikan medan elektromagnetik berada pada tingkat aman.

Standar Antarprodusen Dibutuhkan

Jika wireless charging jalan berkembang, satu ruas idealnya dapat digunakan kendaraan dari banyak merek.

Hal ini membutuhkan standar.

Posisi penerima, frekuensi, protokol komunikasi, dan sistem pembayaran perlu kompatibel.

Tanpa standar, infrastruktur berisiko hanya bekerja untuk model tertentu.

Situasi semacam itu akan menghambat adopsi.

Industri kendaraan listrik sebelumnya menghadapi persoalan serupa pada konektor charging.

Kini banyak negara mendorong penyatuan standar agar pengguna tidak membutuhkan terlalu banyak adaptor.

Wireless charging kemungkinan akan menghadapi proses yang sama.

Baterai Masih Tetap Dibutuhkan

Jalan pengisian tidak berarti kendaraan dapat berjalan tanpa baterai.

Kendaraan tetap membutuhkan penyimpanan energi.

Wireless charging hanya mengurangi ketergantungan terhadap pengisian stasioner.

Baterai dibutuhkan ketika kendaraan keluar dari jalur yang memiliki fasilitas pengisian.

Ukuran baterai yang diperlukan mungkin dapat diperkecil pada jenis penggunaan tertentu.

Hal tersebut dapat menurunkan bobot dan biaya kendaraan.

Namun, semuanya bergantung pada seberapa sering kendaraan memperoleh akses ke jalur pengisian.

Indonesia Bisa Mengamati Perkembangannya

Teknologi ini belum tentu segera cocok diterapkan di Indonesia.

Biaya pembangunan infrastruktur menjadi pertimbangan utama.

Kondisi jalan dan pola transportasi juga berbeda.

Namun, Indonesia memiliki jaringan tol dan jalur logistik dengan volume tinggi.

Apabila sistem terbukti efisien di negara lain, teknologi dapat dipertimbangkan untuk koridor tertentu pada masa depan.

Terutama ketika truk listrik mulai digunakan dalam skala besar.

Saat ini, fokus paling realistis tetap pada perluasan SPKLU dan pengisian cepat.

Wireless charging bergerak masih menjadi teknologi generasi berikutnya.

Uji Jalan Akan Menjadi Tahap Penentu

Keberhasilan Honda tidak akan hanya diukur dari kemampuan kendaraan menerima energi.

Perusahaan harus membuktikan sistem ekonomis, aman, tahan lama, dan dapat dipelihara.

Jika uji publik berjalan baik, teknologi berpotensi mengubah cara industri memandang baterai kendaraan listrik.

Pengisian tidak lagi selalu menjadi aktivitas berhenti di stasiun.

Jalan dapat berubah menjadi bagian dari jaringan pengisian.

Bagi industri otomotif, konsep ini masih berada pada tahap awal.

Namun, fakta bahwa produsen besar mulai menyiapkan pengujian menunjukkan teknologi wireless charging dinamis semakin dekat dengan penggunaan nyata.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *