Teknologi

Nscale Ajukan IPO AS, Bisnis AI Cloud Makin Besar

8

Perusahaan infrastruktur AI asal Inggris Nscale mengincar pasar saham AS saat kebutuhan komputasi AI terus meningkat

MetroSurabaya menyoroti langkah Nscale yang mengajukan penawaran saham perdana atau IPO di Amerika Serikat. Perusahaan cloud infrastructure asal Inggris tersebut membidik pencatatan di New York Stock Exchange dengan simbol NSCL. Pengajuan itu muncul ketika kebutuhan terhadap pusat data dan komputasi untuk AI terus meningkat.

Nscale bukan perusahaan AI yang menjual chatbot kepada konsumen. Bisnis utamanya berada di balik layar. Perusahaan menyediakan infrastruktur komputasi, listrik, pusat data, dan software yang dibutuhkan untuk melatih serta menjalankan model AI.

Pendapatan Nscale Melonjak Tajam

Dalam dokumen IPO, Nscale mencatat pendapatan 140,6 juta dolar untuk enam bulan pertama 2026.

Angka tersebut naik sekitar 1.252 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika pendapatannya hanya sekitar 10,4 juta dolar.

Pertumbuhan tersebut terlihat sangat besar.

Namun, angka pendapatan tidak berdiri sendiri.

Nscale juga mencatat kerugian bersih sekitar 1,02 miliar dolar pada periode enam bulan tersebut.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, kerugian bersih perusahaan berada di sekitar 368,9 juta dolar.

Artinya, bisnis perusahaan berkembang cepat, tetapi biaya dan beban yang muncul juga sangat besar.

Mengapa Infrastruktur AI Membutuhkan Modal Besar?

Model AI modern membutuhkan daya komputasi dalam jumlah besar.

Perusahaan harus menyediakan GPU, server, jaringan, sistem pendingin, listrik, serta bangunan pusat data.

Semua komponen tersebut membutuhkan investasi besar.

Nscale mengambil posisi sebagai penyedia infrastruktur.

Alih-alih membuat model AI sendiri sebagai produk utama, perusahaan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan perusahaan teknologi lain untuk menjalankan model mereka.

Perkembangan tersebut membuat perusahaan infrastruktur AI memperoleh perhatian investor.

Didukung Nvidia

Nvidia menjadi salah satu nama besar yang berada di belakang perkembangan Nscale.

Perusahaan chip tersebut telah berinvestasi dalam Nscale. Reuters melaporkan Nscale juga memiliki kesepakatan dan rencana pendanaan yang berkaitan dengan ekspansi kapasitas komputasi.

Dukungan Nvidia penting karena GPU perusahaan tersebut menjadi salah satu komponen utama dalam infrastruktur AI modern.

Namun, hubungan bisnis tidak berarti Nscale otomatis bebas dari risiko.

Perusahaan tetap harus membangun fasilitas, mendapatkan pasokan listrik, mengelola biaya, dan memastikan kapasitas yang dimiliki dapat menghasilkan pendapatan.

Kontrak Bernilai Besar

Nscale menyatakan nilai kontrak aktif dan yang sudah dikontrak telah berkembang hingga lebih dari 103 miliar dolar.

Perusahaan juga memiliki pipeline daya lebih dari 10 gigawatt dan beroperasi di 14 wilayah.

Angka tersebut menunjukkan skala rencana ekspansi yang sangat besar.

Namun, nilai kontrak tidak sama dengan pendapatan yang sudah diterima.

Kontrak biasanya menghasilkan pendapatan secara bertahap sesuai pembangunan kapasitas dan penggunaan layanan.

Karena itu, investor tetap perlu melihat bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi arus kas.

Kerugian Besar Jadi Perhatian

Hal yang menarik dari pengajuan IPO Nscale adalah jarak antara pertumbuhan pendapatan dan kerugian.

Pendapatan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.

Namun, perusahaan masih membukukan kerugian lebih dari 1 miliar dolar pada semester pertama 2026.

Sebagian kerugian berkaitan dengan penyesuaian nilai tertentu.

Namun, kondisi tersebut tetap memperlihatkan bahwa membangun infrastruktur AI membutuhkan modal sangat besar.

Pusat data tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan permintaan jangka pendek.

Perusahaan harus mengamankan tanah, listrik, hardware, konektivitas, dan pembiayaan.

Pasar IPO Sedang Menguji Perusahaan AI

Langkah Nscale datang pada saat pasar mulai mempertanyakan valuasi perusahaan yang berkaitan dengan AI.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor semakin memperhatikan apakah pertumbuhan AI benar-benar menghasilkan pendapatan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Nscale menawarkan sudut pandang berbeda.

Perusahaan tidak bergantung pada satu aplikasi AI.

Ia menyediakan fondasi komputasi yang dapat digunakan berbagai perusahaan.

Jika permintaan AI terus tumbuh, kebutuhan infrastrukturnya juga dapat meningkat.

Namun, jika investasi AI melambat, perusahaan seperti Nscale dapat menghadapi risiko kelebihan kapasitas.

Kontrak dengan Perusahaan Teknologi Besar

Nscale memiliki hubungan bisnis dengan sejumlah pemain besar dalam industri teknologi.

Reuters melaporkan perusahaan memiliki kesepakatan besar yang berkaitan dengan Anthropic serta rencana kerja sama dengan pemain lain.

Kontrak bernilai besar memberikan visibilitas terhadap kebutuhan kapasitas.

Tetapi konsentrasi pelanggan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Reuters mencatat sekitar 52 persen pendapatan Nscale saat ini berasal dari satu pelanggan.

Ketergantungan seperti itu dapat menjadi risiko jika kebutuhan pelanggan berubah.

Data Center Menjadi Bisnis Strategis

Persaingan AI membuat pusat data semakin penting.

Perusahaan teknologi membutuhkan lokasi yang memiliki listrik cukup, jaringan cepat, dan fasilitas pendingin.

Kebutuhan tersebut membuat pengembangan pusat data tidak lagi sekadar bisnis properti.

Energi menjadi bagian penting.

Satu pusat data AI dapat membutuhkan daya jauh lebih besar daripada fasilitas komputasi konvensional.

Karena itu, perusahaan seperti Nscale juga harus memikirkan pasokan energi dalam jangka panjang.

IPO Belum Menentukan Nilai Akhir

Nscale memang membidik valuasi besar.

Namun, dokumen awal IPO belum memberikan seluruh detail seperti jumlah saham yang akan ditawarkan dan kisaran harga penawaran.

Karena itu, angka valuasi yang beredar belum dapat dianggap sebagai nilai final perusahaan setelah melantai di bursa.

Harga saham nantinya akan dipengaruhi permintaan investor serta kondisi pasar.

Investor juga akan melihat laporan keuangan dan prospek pertumbuhan.

Persaingan Infrastruktur AI Semakin Ramai

Nscale tidak sendirian.

Perusahaan seperti CoreWeave, Nebius, Crusoe, dan Lambda juga mengejar pasar infrastruktur AI.

Persaingan membuat penyedia cloud harus menawarkan kapasitas sekaligus efisiensi.

Pelanggan besar membutuhkan layanan yang stabil.

Gangguan pusat data dapat mengganggu operasi model AI.

Karena itu, keandalan menjadi bagian penting dari bisnis.

Era Infrastruktur AI Baru Dimulai

Pengajuan IPO Nscale memperlihatkan bahwa perkembangan AI menciptakan bisnis baru di belakang layar.

Perusahaan yang membangun model AI memang menjadi sorotan.

Namun, tanpa pusat data, GPU, listrik, dan jaringan, model tersebut tidak dapat berjalan dalam skala besar.

Nscale mencoba mengambil posisi di lapisan infrastruktur tersebut.

Pertumbuhan pendapatan yang sangat cepat menunjukkan besarnya permintaan. Namun, kerugian 1,02 miliar dolar juga menunjukkan biaya ekspansi yang harus ditanggung.

IPO nantinya akan menjadi kesempatan bagi pasar untuk menilai model bisnis tersebut.

Yang menarik bukan hanya berapa besar nilai Nscale ketika masuk bursa, tetapi apakah pertumbuhan kebutuhan AI mampu menghasilkan bisnis infrastruktur yang berkelanjutan.

Exit mobile version