Kesehatan

34 Juta Orang Jalani Skrining Mata, 1,6 Juta Terindikasi Gangguan

21

Kemenkes memperluas deteksi dini gangguan penglihatan dan menargetkan puluhan ribu siswa serta pekerja mendapat pemeriksaan lanjutan.

Metro Surabaya mencatat skrining mata gratis melalui program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 34 juta orang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, Kementerian Kesehatan menyebut sekitar 1,6 juta peserta terindikasi memiliki gangguan penglihatan sehingga membutuhkan perhatian atau pemeriksaan lebih lanjut. Data tersebut diumumkan bertepatan dengan rangkaian Hari Penglihatan Sedunia 2026.

Pemeriksaan mata merupakan salah satu bagian dari program CKG yang diperluas pemerintah.

Tujuan utamanya bukan hanya menemukan orang yang sudah mengeluhkan masalah.

Program juga ingin mendeteksi gangguan sejak seseorang belum menyadari penurunan penglihatannya.

Deteksi awal penting karena banyak masalah mata dapat ditangani lebih efektif apabila ditemukan lebih cepat.

Skrining Mata Gratis Menjangkau Puluhan Juta Orang

Jumlah 34 juta menunjukkan skala pemeriksaan yang sangat besar.

Namun, hasil 1,6 juta indikasi gangguan tidak berarti seluruh peserta langsung mendapat diagnosis penyakit tertentu.

Skrining merupakan tahap awal.

Hasil yang tidak normal perlu ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.

Dalam program pemeriksaan mata, pemerintah juga meluncurkan Comprehensive Community Eye Care atau CCEC untuk memperkuat layanan berbasis komunitas.

Program tersebut akan menyasar lebih dari 60 ribu siswa dan pekerja selama tiga tahun.

Pelaksanaan dilakukan di lima provinsi dan 19 kabupaten atau kota.

Anak Sekolah Menjadi Kelompok Penting

Masalah penglihatan pada anak tidak selalu mudah diketahui.

Anak mungkin menganggap pandangan buram sebagai kondisi normal karena belum pernah merasakan penglihatan yang lebih baik.

Akibatnya, gangguan baru diketahui ketika prestasi belajar mulai terpengaruh.

Anak dapat kesulitan membaca tulisan di papan.

Mereka mungkin duduk semakin dekat dengan layar.

Sebagian mengalami sakit kepala karena terus memaksa mata fokus.

Pemeriksaan sederhana dapat membantu menemukan kondisi seperti rabun jauh.

Jika diperlukan, anak dapat memperoleh kacamata atau rujukan.

Penggunaan Layar Menjadi Tantangan Baru

Anak dan orang dewasa sekarang menghabiskan waktu lebih lama di depan layar.

Belajar, bekerja, bermain, dan berkomunikasi banyak dilakukan melalui ponsel atau komputer.

Penggunaan layar bukan satu-satunya penyebab gangguan penglihatan.

Namun, kebiasaan melihat dekat dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam peningkatan miopia.

Aktivitas luar ruang juga dinilai penting bagi anak.

Cahaya alami dan kebiasaan melihat jarak jauh dapat membantu mengurangi risiko perkembangan rabun jauh pada sejumlah kelompok.

Karena itu, keseimbangan aktivitas menjadi bagian dari kesehatan mata.

Pekerja Juga Masuk Sasaran

Program CCEC tidak hanya menyasar siswa.

Pekerja ikut diperiksa.

Hal ini penting karena kemampuan melihat berhubungan dengan keselamatan kerja.

Pengemudi membutuhkan ketajaman penglihatan yang baik.

Pekerja mesin harus mampu melihat tanda dan komponen.

Pegawai kantor menghadapi paparan layar sepanjang hari.

Keluhan seperti mata kering, pegal, atau kesulitan fokus dapat mengganggu produktivitas.

Pemeriksaan rutin membantu membedakan kelelahan sementara dari masalah yang membutuhkan koreksi.

Katarak Masih Menjadi Masalah Besar

Pada kelompok usia lanjut, katarak merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang umum.

Lensa mata menjadi keruh.

Penglihatan kemudian berkurang secara bertahap.

Pasien dapat merasa seperti melihat melalui kaca berkabut.

Katarak tidak dapat diperbaiki hanya dengan mengganti ukuran kacamata.

Pada kondisi tertentu diperlukan tindakan operasi.

Deteksi lebih awal membantu pasien merencanakan perawatan sebelum gangguan terlalu berat.

Diabetes Dapat Mempengaruhi Mata

Pemeriksaan mata juga penting bagi penderita diabetes.

Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina.

Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik.

Masalah dapat berkembang tanpa gejala jelas pada fase awal.

Ketika pasien mulai merasakan penurunan penglihatan, kerusakan mungkin sudah lebih luas.

Karena itu, penderita diabetes biasanya membutuhkan pemeriksaan mata berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Pengendalian gula darah tetap menjadi bagian utama pencegahan.

Glaukoma Bisa Berkembang Diam-diam

Glaukoma merupakan kondisi lain yang perlu diperhatikan.

Penyakit dapat merusak saraf optik.

Sebagian jenis glaukoma berkembang perlahan tanpa gejala awal yang jelas.

Penglihatan tepi dapat berkurang secara bertahap.

Kerusakan yang sudah terjadi biasanya tidak dapat dikembalikan sepenuhnya.

Pengobatan bertujuan memperlambat perkembangan.

Itulah sebabnya pemeriksaan menjadi penting terutama bagi kelompok dengan faktor risiko.

Skrining Tidak Menggantikan Dokter Mata

Program pemeriksaan skala besar sangat berguna untuk menemukan risiko.

Namun, skrining bukan diagnosis lengkap.

Jika hasil menunjukkan gangguan, peserta perlu mengikuti rujukan.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Tes mungkin mencakup ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, pemeriksaan retina, atau metode lain tergantung keluhan.

Masyarakat sebaiknya tidak langsung membeli obat berdasarkan hasil skrining.

Penyebab gangguan penglihatan sangat beragam.

Kacamata Bukan Tanda Mata Semakin Rusak

Masih ada anggapan bahwa menggunakan kacamata dapat membuat mata “ketergantungan”.

Pandangan tersebut tidak tepat.

Kacamata membantu memfokuskan cahaya agar bayangan jatuh pada retina dengan lebih baik.

Jika seseorang membutuhkan koreksi, tidak menggunakan kacamata justru dapat membuat aktivitas lebih sulit.

Pada anak, penglihatan yang tidak terkoreksi juga dapat mengganggu pembelajaran.

Ukuran mata memang dapat berubah seiring usia.

Namun, perubahan tersebut bukan disebabkan semata-mata karena memakai kacamata.

Pemeriksaan Dini Mengurangi Risiko Disabilitas

Penglihatan memengaruhi hampir seluruh aktivitas sehari-hari.

Gangguan berat dapat mengurangi kemandirian.

Risiko jatuh pada lansia dapat meningkat.

Kemampuan bekerja juga terpengaruh.

Jika masalah dapat diperbaiki dengan kacamata atau tindakan sederhana, menemukan kondisi lebih awal memberikan manfaat besar.

Inilah alasan pemerintah memperluas skrining.

Biaya deteksi biasanya jauh lebih rendah dibanding dampak sosial akibat gangguan penglihatan berat yang tidak ditangani.

Program CCEC Memperkuat Layanan Komunitas

Comprehensive Community Eye Care dirancang agar layanan tidak hanya berada di rumah sakit.

Sekolah dan komunitas menjadi tempat intervensi.

Petugas dapat menemukan masalah lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Setelah skrining, sistem rujukan tetap diperlukan.

Tanpa tindak lanjut, pemeriksaan hanya menghasilkan angka.

Karena itu, keberhasilan program bukan sekadar jumlah orang yang diperiksa.

Ukuran penting berikutnya adalah berapa banyak peserta dengan gangguan yang benar-benar mendapat koreksi atau pengobatan.

Kebiasaan Sehari-hari Tetap Penting

Masyarakat dapat menjaga mata melalui beberapa kebiasaan sederhana.

Pencahayaan saat membaca perlu cukup.

Waktu melihat layar dapat diselingi istirahat.

Anak sebaiknya memiliki aktivitas luar ruang.

Pelindung mata perlu digunakan pada pekerjaan berisiko.

Penderita diabetes harus menjaga kondisi metaboliknya.

Keluhan seperti penurunan penglihatan mendadak, kilatan cahaya, nyeri hebat, atau kehilangan sebagian pandangan membutuhkan perhatian segera.

Masalah tersebut tidak sebaiknya menunggu jadwal pemeriksaan rutin.

Angka 1,6 Juta Menunjukkan Pentingnya Deteksi

Dari puluhan juta orang yang diperiksa, sekitar 1,6 juta ditemukan memiliki indikasi gangguan.

Angka ini menunjukkan banyak masalah mungkin ditemukan sebelum masyarakat datang dengan keluhan berat.

Program skrining kemudian dapat menjadi pintu awal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan lanjutan tersedia.

Kacamata, pemeriksaan spesialis, operasi katarak, atau terapi lain harus dapat dijangkau sesuai kebutuhan.

Dengan sistem yang lengkap, skrining mata gratis tidak hanya menghasilkan data kesehatan nasional.

Program dapat membantu masyarakat mempertahankan kemampuan melihat, belajar, bekerja, dan menjalani aktivitas secara mandiri lebih lama.

Exit mobile version