Metro Surabaya mencatat immersive LED PRJ Surabaya menjadi salah satu atraksi teknologi baru di Pekan Raya Jatim 2026 yang berlangsung di Grand City Surabaya. Mitra Visual Group menghadirkan instalasi imersif bertema hutan secara gratis untuk menunjukkan bahwa layar LED dapat digunakan lebih luas daripada sekadar videotron iklan atau panggung konser.
Instalasi dibuka selama rangkaian PRJ Surabaya 2026 pada 8–18 Oktober.
Pengunjung dapat masuk dan merasakan ruang visual yang menggabungkan tampilan LED, animasi, serta elemen kecerdasan buatan.
Konsep tersebut dirancang agar teknologi visual yang biasanya hadir dalam pameran berbayar dapat dicoba masyarakat secara langsung.
Immersive LED PRJ Surabaya Gunakan Area 200 Meter Persegi
Area pengalaman imersif memiliki luas sekitar 200 meter persegi.
Menurut TIMES Indonesia, instalasi mengusung tema Forest.
Visual alam tropis ditampilkan melalui layar besar yang mengelilingi pengunjung.
Animasi digunakan untuk menciptakan kesan ruang yang hidup.
AI ikut digunakan dalam proses visual untuk menghasilkan pengalaman yang lebih dinamis.
Teknologi semacam ini membuat penonton tidak hanya melihat layar dari satu arah.
Visual menjadi bagian dari ruang tempat mereka berdiri.
LED Tidak Lagi Hanya untuk Billboard
Sebagian masyarakat mengenal layar LED melalui papan reklame digital.
Teknologi yang sama sebenarnya dapat digunakan untuk banyak kebutuhan.
Museum dapat memanfaatkannya untuk pameran interaktif.
Brand dapat menggunakannya untuk peluncuran produk.
Event organizer memakainya untuk pertunjukan.
Ruang pendidikan juga dapat menggunakan layar untuk simulasi visual.
CEO Mitra Visual Group Yafet Victor Tanamal menilai penggunaan LED terus berkembang.
Perusahaan ingin menunjukkan bahwa perangkat visual dapat berubah menjadi medium pengalaman.
Karena itu, instalasi di PRJ dibuat dalam format yang dapat dicoba masyarakat.
AI Masuk ke Industri Visual
Kecerdasan buatan semakin sering digunakan dalam produksi konten.
AI dapat membantu membuat gambar, animasi, efek, dan variasi visual.
Namun, teknologi tidak otomatis menghasilkan pengalaman yang menarik.
Desainer tetap perlu menentukan konsep.
Animator mengatur pergerakan.
Operator memastikan layar bekerja sesuai konfigurasi.
Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak juga menjadi bagian penting.
Pada instalasi besar, sinkronisasi visual harus presisi.
Kesalahan sedikit saja dapat terlihat jelas karena gambar tampil pada layar berukuran besar.
Instalasi Dapat Menampung Puluhan Orang
JPNN melaporkan ruang immersive dapat menampung sekitar 50 orang dalam satu sesi secara bergantian.
Pada hari pertama, sekitar 600 pengunjung disebut telah mencoba fasilitas tersebut.
MVG menargetkan total kunjungan sekitar 5.000 hingga 6.000 orang selama rangkaian kegiatan.
Target tersebut menunjukkan tingginya minat penyelenggara memperkenalkan teknologi ke publik.
Akses gratis juga memperluas kelompok pengunjung.
Anak-anak, keluarga, maupun masyarakat yang tidak terbiasa datang ke pameran teknologi dapat ikut mencoba.
Pengalaman Imersif Mulai Populer
Pameran imersif berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Karya seni, sejarah, alam, dan hiburan dapat ditampilkan melalui proyeksi atau LED.
Kelebihannya adalah kemampuan mengubah suasana ruangan secara cepat.
Satu ruangan dapat berubah dari hutan menjadi laut hanya melalui konten visual.
Penyelenggara juga dapat memperbarui pengalaman tanpa membangun seluruh struktur baru.
Namun, kebutuhan perangkat tetap besar.
Layar berkualitas tinggi, komputer grafis, kontrol pencahayaan, audio, dan sistem listrik harus bekerja bersama.
Biaya produksi kemudian menjadi salah satu alasan pengalaman serupa sering dijual sebagai atraksi berbayar.
PRJ Surabaya Jadi Tempat Edukasi Teknologi
Pekan Raya Jatim bukan pameran teknologi khusus.
Acara tersebut mempertemukan produk rumah tangga, makanan, industri kreatif, hiburan, dan berbagai bisnis.
Justru karena pengunjungnya beragam, instalasi teknologi memiliki kesempatan menjangkau publik lebih luas.
Orang yang datang untuk berbelanja dapat secara tidak sengaja mengenal teknologi visual.
Pendekatan tersebut berbeda dari konferensi teknologi yang pesertanya sudah memiliki minat khusus.
PRJ Surabaya 2026 sendiri menargetkan sekitar 270.000 pengunjung selama penyelenggaraan.
Target transaksi dipasang sekitar Rp50 miliar.
Jumlah pengunjung besar membuat pameran menjadi ruang demonstrasi teknologi yang menarik bagi perusahaan.
Industri Event Membutuhkan Talenta Baru
Perkembangan teknologi visual juga membuka kebutuhan tenaga kerja baru.
Operator LED kini tidak hanya memasang panel.
Mereka harus memahami resolusi, mapping layar, sistem kontrol, jaringan, dan kalibrasi warna.
Animator perlu menyesuaikan konten dengan bentuk ruang.
Programmer dapat terlibat ketika instalasi dibuat interaktif.
AI menambah lapisan baru.
Talenta kreatif perlu memahami bagaimana menggunakan teknologi tersebut tanpa kehilangan kualitas desain.
Karena itu, industri event semakin dekat dengan industri perangkat lunak dan multimedia.
Tantangan Ada pada Biaya dan Persiapan
Membangun instalasi imersif membutuhkan persiapan.
Panel harus dipasang dan diuji.
Konten harus disesuaikan dengan ukuran ruang.
Sistem listrik dan pendinginan juga diperhitungkan.
Yafet menyebut waktu loading yang terbatas menjadi salah satu tantangan pada proyek PRJ.
Kesalahan instalasi dapat mengganggu pengalaman.
Karena pengunjung berada dekat layar, kualitas visual harus tetap terjaga dari berbagai sudut.
Keamanan pengunjung juga penting.
Ruang harus memiliki jalur keluar yang jelas serta kapasitas yang dikendalikan.
Surabaya Mulai Jadi Pasar Teknologi Event
Mitra Visual Group memiliki cabang Surabaya selain Jakarta dan Bali.
Keberadaan tersebut menunjukkan pasar event di Jawa Timur semakin besar.
Surabaya memiliki pameran bisnis, konser, acara perusahaan, dan festival yang berlangsung sepanjang tahun.
Teknologi visual kemudian menjadi bagian dari persaingan penyelenggara dalam menciptakan pengalaman baru.
Immersive LED di PRJ menjadi salah satu contoh.
Pengunjung mendapatkan hiburan.
Perusahaan mendapat ruang memperkenalkan teknologi.
Sementara industri kreatif memperoleh gambaran bagaimana AI dan perangkat visual dapat dikombinasikan.
Jika tren terus berkembang, penggunaan layar LED tidak lagi identik hanya dengan iklan.
Teknologi tersebut dapat menjadi medium untuk seni, pendidikan, promosi, dan hiburan dalam satu ruang yang sama.
