MetroSurabaya mencatat teknologi strategis Len Industri kini diarahkan pada empat bidang utama, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan, radar, serta satelit dan penginderaan jauh. PT Len Industri menempatkan kemampuan tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian industri pertahanan dan teknologi nasional.
Target tersebut disampaikan dalam Len Techno Day 2026 di ITB Innovation Park, Bandung, pada Rabu, 7 Oktober.
Acara sekaligus menjadi puncak peringatan 35 tahun Len Industri.
Forum menghadirkan pelaku industri, akademisi, dan perusahaan pertahanan untuk membahas arah teknologi Indonesia.
Teknologi Strategis Len Industri Fokus Empat Bidang
Direktur Utama Len Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan perusahaan ingin mengembangkan teknologi yang memiliki nilai strategis dan mampu masuk ke tahap industrialisasi.
Semikonduktor menjadi bidang pertama.
Komponen ini merupakan fondasi hampir seluruh perangkat elektronik modern.
Radar menjadi bidang kedua yang sangat penting untuk sistem pengawasan dan pertahanan.
Satelit serta penginderaan jauh dibutuhkan untuk komunikasi, pemetaan, navigasi, dan pemantauan wilayah.
Bidang terakhir adalah kecerdasan buatan.
AI dapat digunakan untuk membantu analisis data dari berbagai sensor dan sistem pertahanan.
Menurut ANTARA News, Len ingin kemampuan rekayasa yang dibangun selama puluhan tahun semakin menjawab kebutuhan strategis Indonesia.
Semikonduktor Jadi Fondasi Elektronik
Hampir semua teknologi yang menjadi target Len membutuhkan chip.
Radar membutuhkan prosesor untuk mengolah sinyal.
Satelit membutuhkan sistem elektronik tahan kondisi ekstrem.
AI membutuhkan perangkat komputasi dengan kapasitas tinggi.
Ketergantungan terhadap komponen impor kemudian menjadi salah satu kelemahan jika terjadi gangguan rantai pasok.
Karena itu, penguatan semikonduktor memiliki arti lebih besar dibanding sekadar memproduksi chip.
Kemampuan desain, pengujian, integrasi, dan pengemasan juga penting.
Indonesia tidak harus langsung menguasai seluruh rantai produksi dari awal.
Pengembangan dapat dimulai pada bagian industri yang paling realistis dan sesuai kemampuan nasional.
AI Akan Terhubung dengan Sistem Pertahanan
Kecerdasan buatan dapat membantu mengolah data dalam jumlah besar.
Pada radar, AI dapat mendukung klasifikasi objek.
Dalam sistem penginderaan jauh, teknologi dapat membantu membaca citra satelit secara otomatis.
Namun, AI pertahanan membutuhkan tingkat keamanan tinggi.
Model yang digunakan tidak boleh mudah dimanipulasi.
Data juga harus dilindungi karena dapat berkaitan dengan informasi strategis negara.
Hal tersebut membedakan pengembangan AI pertahanan dari aplikasi konsumen.
Keandalan dan keamanan menjadi prioritas utama.
Radar Masih Jadi Teknologi Penting
Meski teknologi berkembang pesat, radar tetap menjadi elemen penting dalam pengawasan wilayah.
Sistem radar mampu mendeteksi keberadaan objek dan memperkirakan posisi maupun pergerakannya.
Bagi Indonesia yang memiliki wilayah udara dan laut luas, kebutuhan radar sangat besar.
Produksi dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemasok luar.
Selain itu, kemampuan merawat dan memodifikasi sistem sendiri memberikan keuntungan jangka panjang.
Sistem pertahanan tidak berhenti setelah perangkat dibeli.
Pemeliharaan dan pembaruan perangkat lunak berlangsung bertahun-tahun.
Satelit dan Penginderaan Jauh Punya Fungsi Sipil
Teknologi satelit tidak hanya digunakan untuk pertahanan.
Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam pertanian, penanganan bencana, pemetaan hutan, pemantauan laut, dan tata ruang.
Data satelit juga membantu pemerintah melihat perubahan wilayah dengan lebih cepat.
Karena itu, investasi pada sektor ini mempunyai potensi penggunaan ganda.
Kemampuan yang dibangun untuk kebutuhan strategis dapat memberi manfaat pada sektor sipil.
Pola tersebut umum terjadi pada berbagai teknologi maju.
Internet, navigasi satelit, dan sejumlah teknologi komunikasi juga berkembang dari kebutuhan strategis sebelum digunakan masyarakat luas.
DEFEND ID Jadi Ekosistem Industri
Len menjadi induk holding industri pertahanan DEFEND ID.
Di dalam ekosistem tersebut terdapat perusahaan seperti Pindad yang bergerak pada kendaraan dan persenjataan.
Kehadiran perusahaan dengan kemampuan berbeda membuka peluang integrasi teknologi.
Pindad menjelaskan bahwa Len Techno Day membahas semikonduktor, radar, satelit, penginderaan jauh, dan AI sebagai teknologi masa depan industri pertahanan.
Kolaborasi antarbadan usaha penting karena satu produk pertahanan modern biasanya terdiri dari banyak teknologi sekaligus.
Kendaraan dapat membutuhkan radar, komunikasi, navigasi, dan sistem elektronik.
Kampus Memegang Peran Besar
Len Techno Day berlangsung di lingkungan ITB Innovation Park.
Lokasi tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan industri dan perguruan tinggi.
Teknologi tingkat lanjut membutuhkan riset jangka panjang.
Perusahaan tidak selalu memiliki seluruh keahlian yang diperlukan.
Kampus dapat menyediakan peneliti, laboratorium, dan mahasiswa.
Sementara industri membawa pengalaman produksi dan kebutuhan pasar.
Kolaborasi keduanya membantu riset tidak berhenti pada publikasi.
Hasil penelitian dapat diuji hingga menjadi produk yang dapat diproduksi.
Tantangan Ada pada Talenta dan Skala Produksi
Mengembangkan prototipe tidak sama dengan membangun industri.
Produk strategis perlu diproduksi secara konsisten dengan kualitas yang sama.
Perusahaan juga membutuhkan pemasok komponen dan tenaga ahli.
Insinyur semikonduktor, spesialis radar, pengembang AI, dan ahli satelit tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat.
Pendidikan dan pengalaman menjadi faktor utama.
Karena itu, strategi teknologi perlu berjalan bersama pengembangan sumber daya manusia.
Tanpa talenta, investasi peralatan tidak akan memberi hasil optimal.
Kemandirian Tidak Berarti Menutup Kerja Sama
Kemandirian teknologi bukan berarti semua komponen harus dibuat sendiri.
Kerja sama internasional tetap dibutuhkan.
Namun, Indonesia perlu memiliki pengetahuan inti agar tidak sepenuhnya bergantung kepada pihak lain.
Kemampuan tersebut membuat negara mempunyai posisi tawar lebih baik.
Indonesia juga dapat memilih teknologi yang perlu dikuasai secara domestik dan bagian yang masih efisien diperoleh dari mitra.
Empat bidang yang dipilih Len memperlihatkan arah tersebut.
Semikonduktor, AI, radar, dan satelit menjadi teknologi yang saling berhubungan.
Jika industrialisasi berjalan konsisten, kemampuan tersebut dapat memperkuat sektor pertahanan sekaligus mendorong ekosistem teknologi nasional secara lebih luas.
